Sejarah buruk RRQ gagal melaju ke babak playoff MPL ID

 


Sejarah pahit kembali tercipta bagi RRQ, salah satu tim paling legendaris dalam sejarah MPL Indonesia. Untuk pertama kalinya sejak liga ini berdiri, RRQ gagal melaju ke babak playoff. Momen mengejutkan ini terjadi setelah mereka tidak berhasil menyapu bersih kemenangan melawan NAVI pada laga penentuan yang berlangsung pada 23 Oktober 2025. Hari tersebut menjadi salah satu hari paling kelam bagi para Kingdom, komunitas penggemar setia RRQ, yang selama ini terbiasa melihat tim kebanggaan mereka bermain di panggung playoff.

Meski RRQ berhasil mengamankan kemenangan 2-1 atas NAVI, kemenangan tersebut justru menjadi berita buruk. Satu poin yang didapatkan NAVI dari game pertama sudah cukup untuk menjatuhkan RRQ dari posisi yang seharusnya dapat membawa mereka ke playoff. Dengan demikian, RRQ harus mengakhiri musim mereka lebih cepat dari sebelumnya—bahkan sebelum fase gugur MPL ID Season 16 dimulai.

Season 16 pun resmi menjadi musim terburuk sepanjang perjalanan RRQ di MPL Indonesia. Tim ini hanya mampu meraih 5 kemenangan dari 14 pertandingan di regular season. Catatan tersebut membuat banyak pihak bertanya-tanya: apa yang sebenarnya terjadi di dalam tim yang musim lalu masih mampu meraih posisi runner up? Dibandingkan dengan season 13 yang juga dinilai kurang memuaskan, performa kali ini jauh lebih mengecewakan hingga membuat Kingdom tak habis pikir.

Di tengah kekacauan performa tersebut, beberapa pemain pun menjadi sasaran kemarahan netizen. Ferxic, yang baru kembali memperkuat RRQ, mendapat banyak hujatan dan dianggap sebagai biang kegagalan. Namun tak sedikit pula yang menyalahkan RINZ, sang midlaner muda yang dianggap tampil kurang konsisten sepanjang musim. Spekulasi pun bermunculan, mulai dari dugaan salah rekrutmen pemain hingga isu internal yang memengaruhi performa tim.

Melihat kondisi ini, banyak analis dan penggemar memprediksi bahwa RRQ akan melakukan perombakan besar-besaran menjelang MPL ID Season 17. Perubahan roster hampir pasti terjadi, mengingat identitas RRQ sebagai tim papan atas kini tengah dipertaruhkan. Peristiwa pahit ini bisa menjadi titik balik yang kelak menentukan arah masa depan RRQ—apakah mereka akan kembali bangkit atau justru semakin tenggelam dalam keterpurukan.

Satu hal yang pasti: kegagalan ini akan selalu diingat sebagai salah satu momen paling kelam dalam sejarah panjang RRQ. Namun sering kali, dari keterpurukanlah lahir kebangkitan yang lebih kuat. Semoga begitu pula untuk RRQ di musim-musim mendatang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Terulang, AlterEgo Goes To M7!!!

Kalahkan CG, SRG berhasil amankan tiket menuju M7!!

Raksasa Merah Mengamuk!! Sapu Bersih Match Grandfinal.